Welcome GKI Taman Cibunut

Jl. Van Deventer No.11, Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40112

About Us....

Renungan Minggu Ini

Berjalan Bersama Tuhan Dengan Pasti

Bacaan I: Kejadian 12:1-4a | Antar Bacaan: Mazmur 121 Bacaan II: Roma 4:1-5;13-17 | Bacaan Injil: Yohanes 3:1-17

Pdt. Em. Welmintje Naomi

Suatu hari tiba-tiba Saudara disuruh pergi meninggalkan rumah, kota tempat kelahiran dan tempat Saudara dibesarkan dengan begitu banyak kenangan, berarti juga disuruh pergi meninggalkan sanak famili dan kenalan. Bukan hanya itu, disuruh pergi tanpa membawa uang, tidak membawa peta, dilarang bawa handphone, tanpa petunjuk tujuan, apalagi surat utusan. Ketidakpastian ini tentu saja menimbulkan ketakutan dan keputusasaan. Seperti itulah Abram disuruh Tuhan pergi tanpa penjelasan dan tanpa kepastian. Pasti perintah yang sangat sukar dituruti Abram yang sangat cinta keluarga besarnya, hidup dikelilingi para budak dan banyak kekayaannya berupa tanah, ternak piaraannya. Pertanyaannya mengapa Abram berani pergi, meninggalkan kenyamanan dan kemapanannya ? Kenapa Abram bersedia melangkah menuju ketidakpastian hidup dan meninggalkan semua kepastian yang dimilikinya? Abram berani bertindak begitu pasti dia punya dasar yang sangat kokoh. Menurut Mary G.Brainard, :’saya lebih memilih untuk berjalan bersama Tuhan meskipun dalam gelap dari pada berjalan di tempat terang tapi tanpa Tuhan’. Ini pemahaman yang melatar belakangi pemahaman dan tindakan Abram, yang oleh Soren Kierkegaard disebut sebagai “lompatan iman“. Artinya sebuah keyakinan yang melampaui nalar dan logika, karena memilih percaya sekalipun tidak ada bukti untuk mempercayainya. Abram telah melakukan sebuah lompatan iman, berjalan bersama Tuhan dengan pasti, dengan berpegang pada janjiNya, bagi Abram itu sudah cukup. Perjalanan iman tidak selalu mudah, sering penuh ujian, banyak kali tidak pasti. Namun Tuhan Raja alam semesta, Dia yang memanggil dan mengutus Abram dan kita semua, Dia juga yang menyertakan penjagaanNya. Bahkan untuk memenuhi janjiNya, Dia tak akan tertidur, tak akan lalai, siang malam Dia terus menjaga kita (Maz. 121). Untuk memahami janji dan tindakanNya, Umat perlu pembaharuan hati dan roh. Memperbarui hati dan roh inilah yang perlu dilakukan oleh Pemazmur, yang disuruh Nya keluar dari kumpulan orang yang curang dan culas. Juga kepada umat di Roma yang mengalami kebingungan karena perbedaan pemahaman antara orang Yahudi dan Yunani, Rasul Paulus minta mereka memikirkan dan perbaharuilah hati dan roh untuk beroleh dasar iman yang benar (Rom 4: 2). Yesus menyuruh Nikodemus “pergi”, tinggalkan cara pandang dan sikap hidup yang lama, yang tidak pasti itu dan berjalan bersama Tuhan dengan kepastian. Mari kita terus belajar meningkatkan kualitas iman dengan memperbarui hati dan roh kita, sekalipun kenyataannya hidup berat, teruslah berjalan bersama Tuhan, Dia tidak meninggalkanmu sedetik pun, Dia yang bersamamu ketika tidak ada seorang pun yang berani mendekatimu, Dia memberi kepastian. Amin.

Para Pengerja - Jadwal Ibadah

Para Pengerja

  • Pdt. Nathaniel Valentino Saleky

Kebaktian Umum

  • Kebaktian Umum Pkl. 07.00
  • Kebaktian Umum Pkl. 09.30
  • Kebaktian Umum Pkl. 17.00

Kebaktian Anak

  • Kebaktian Komisi Anak kelas sekolah Minggu pkl. 07.00
  • Kebaktian Komisi Anak kelas sekolah Minggu pkl. 09.30
  • Kebaktian Komisi Anak kelas Tunas Remaja pkl. 09.30

Kebaktian Remaja

  • Kebaktian Gabungan Remaja-Pemuda Pkl. 09.30

Kebaktian Pemuda

  • Kebaktian Gabungan Remaja-Pemuda Pkl. 09.30

Kebaktian Bajem Rancaekek

  • Kebaktian Umum Pkl. 09.30 (Mg 2 & Mg 4)

Tentang Kami

Tentang kami

Sejarah GKI Taman Cibunut

Sejumlah orang Belanda beraliran Gereformeerde bermukim di Bandung dan membentuk jemaat dewasa di Naripanweg 11 pada tanggal 1 Februari 1916 oleh jemaat induk Christelijke Gereformeerde Kerk te Batavia (Jemaat Kwitang Belanda). Itulah awal hadirnya De Gereformeerde Kerk van Bandoeng, dengan pendeta konsulen Pdt. H. A. van Andel dari Solo sampai Pdt. Dr. J. H. Bavinck dipanggil menjadi pendetanya. Beliaulah yang pada tanggal 18 Juli 1921 meletakkan batu pertama pembangunan gedung gereja di van Deventerweg 15 (kini no. 11) dan meresmikannya pada tanggal 23 Desember 1921. Beliau melukiskan jemaat ini sebagai jemaat yang dikelilingi Tuhan sebagaimana gunung-gunung mengelilingi kota Yerusalem (Mazmur 125 : 2). Gambaran ayat ini tercantum pada cap gereja yang digunakan hingga tahun 1987.

Para pendeta berkebangsaan Belanda silih berganti menggembalakan jemaat, yang konon pernah berjumlah sekitar 900 orang ini. .....Lebih Detail....!

New Event

20-07-2024

No Event

Enliven! KRKP: Commitees

21-07-2024

No Event

Retreat KR-KP: Enliven!

16-04-2024

No Event

Malam Keakraban Komisi Pemuda

06-10-2024

No Event

Katekisasi Sidi