Welcome GKI Taman Cibunut
Jl. Van Deventer No.11, Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40112
About Us....Jl. Van Deventer No.11, Kb. Pisang, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40112
About Us....Mari kita membayangkan seorang fotografer yang sedang memotret seseorang dengan latar belakang pemandangan alam yang cerah dan indah. Ada rangkaian gunung yang diselimuti pepohonan yang subur sehingga nampak dari jauh begitu indah rupawan. Ada awan putih dan langit biru di atasnya. Di kejauhan ada sekelompok burung terbang. Di sisi lain ada sungai dengan air yang jernih, di kelilingi pepohonan yang akarnya menjuntai menyentuh air. Ada aneka jenis pohon yang menjulang tinggi, serasi dengan pepohonan yang kecil disekitarnya disertai bunga-bunga kecil disampingnya. Di bagian mendatar padang rumput yang indah sekali. Tetapi fokus dari foto tersebut adalah orang yang berdiri dibagian tengah foto tersebut. Dalam bacaan injil fokus utama Matius tetap tentang Yesus yang bangkit. Namun Matius juga menyorot sekitarnya: ada Maria dan Maria lainnya, suasana remang-remang subuh, tentang kuburan, gempa bumi, ada malaikat yang pakaiannya sangat kemilau dan duduk di atas batu penutup kubur. Ada pertemuan di kuburan. Setiap item itu punya sisi yang berbeda, tapi erat terkait membentuk satu kesatuan yang indah dan hidup. Dan inti beritanya adalah tentang Kristus yang bangkit . Norman C Habel, dalam salah satu prinsipnya mengatakan bahwa alam semesta dan bumi adalah bagian dari desain kosmik, masing-masing memiliki makna di dalam rencana Allah. Hal ini sejalan dengan ucapan Petrus bahwa Yesus ditentukan Allah menjadi Allah bagi seluruh bangsa. Dia bukan hanya Allah bagi manusia tetapi juga atas seluruh alam termasuk tumbuhan, binatang dan segalanya. Kasih setia Allah tidak terbatas pada manusia. Keselamatan bukan hanya pada pembebasan umat tetapi juga pemulihan harmoni ciptaan sehingga seluruh bumi turut bergembira (Maz 118: 2). Dalam Kristus, segala sesuatu diciptakan dan diperdamaikan kembali (Kol 1: 16-20). Kata “diperdamaikan” berarti mendamaikan kembali secara penuh, memulihkan relasi, membawa kembali pada keadaan harmonis. Pemulihan atau rekonsiliasi ini menyeluruh antara manusia dengan Allah, manusia dengan sesama dan seluruh ciptaan yang rusak karena dosa. Salib dan kebangkitanNya menjadi pusat pemulihan kosmos. Maksudnya manusia yng sudah diperdamaikan dengan Allah juga dipanggil berdamai dengan bumi dengan cara merawat bukan mengeksploitasi (LPPS hal. 114) Selama ini, kita menganggap Alkitab hanya berpusat tentang manusia dan mengabaikan tentang binatang, tumbuhan apalagi tentang benda-benda angkasa. Injil Matius hendak menekankan bahwa semua makhluk terhubung dan bergantung satu terhadap yang lain. Semua mahkluk adalah bagian dari ekosistem ciptaan. Ini berarti semua makhluk bernilai di hadapanNya. Kebangkitan Kristus menandai awal ciptaan baru di mana kuasa Allah lebih besar daripada kematian dan kerusakan termasuk kerusakan lingkungan akibat dosa manusia. Alkitab mengingatkan kita bahwa setiap hari adalah anugerah ekologis, kita hidup karena siklus alam yang terjaga. Ini berarti umat dipanggil untuk menghayati bumi, air, udara dan pangan sebagai pemberian Tuhan yang harus dirawat. Dalam Injil Matius dua kali disebutkan kata “jangan takut”. Ucapan ini menandai transisi dari ketakutan menuju misi. Artinya mereka yang telah “melihat, memahami” Kristus yang bangkit, diberi keberanian untuk menjadi saksiNya. Saksi yang “menyaksikan dan bertindak” merupakan awal pembaharuan ciptaan. Maka kita perlu menanggalkan gaya hidup eksploitasi dan menggenakan manusia baru yang hidup harmonis dengan bumi. Selamat Paskah. Selamat menjadi saksi yang membaharui. Amin.
Sejumlah orang Belanda beraliran Gereformeerde bermukim di Bandung dan membentuk jemaat dewasa di Naripanweg 11 pada tanggal 1 Februari 1916 oleh jemaat induk Christelijke Gereformeerde Kerk te Batavia (Jemaat Kwitang Belanda). Itulah awal hadirnya De Gereformeerde Kerk van Bandoeng, dengan pendeta konsulen Pdt. H. A. van Andel dari Solo sampai Pdt. Dr. J. H. Bavinck dipanggil menjadi pendetanya. Beliaulah yang pada tanggal 18 Juli 1921 meletakkan batu pertama pembangunan gedung gereja di van Deventerweg 15 (kini no. 11) dan meresmikannya pada tanggal 23 Desember 1921. Beliau melukiskan jemaat ini sebagai jemaat yang dikelilingi Tuhan sebagaimana gunung-gunung mengelilingi kota Yerusalem (Mazmur 125 : 2). Gambaran ayat ini tercantum pada cap gereja yang digunakan hingga tahun 1987.
Para pendeta berkebangsaan Belanda silih berganti menggembalakan jemaat, yang konon pernah berjumlah sekitar 900 orang ini. .....Lebih Detail....!